Jumat, 29 Agustus 2008

Demi Jaya Farmasi

Mengingat peningkatan status kelembagaan kita sebagai lembaga yang berdaulat dan sudah diakui dalam kancah ke-UNHASan, membuat formatur terpilih harus membenahi dinamika organisasi dan jenjang kelembagaaan di kalangan mahasiswanya. Dengan kembali memanggil teman-teman yang eksis dibem pada periode lalu, dikarenakan mereka sudah menuntaskan agenda kaderisasi hingga pada tahapan informal, diharapkan pengalaman mereka sebagai peserta, panitia, dan keterlibatan mereka pada periode lalu, bisa menjadi bekal apa yang harus dilakukan dan hal-hal apa yang harus dievaluasikan berkaca pada periode sebelumnya. Dan adik2ku yang lain bisa fokus untuk menuntaskan proses kaderisasinya, sehingga nantinya tidak terdikotomikan dirinya, dan bisa fokus untuk tingkatan informal kelembagaan (baca:kepanitiaan) mengingat ini adalah amanah bukan ajang pamer jabatan. Kamipun menyadari proses pengkaderan kami tidak bisa dikatakan tuntas, masih banyak yang belum kami dapatkan, sehingga kami masih berada disini, dan membimbing teman-teman demi regenerasi kader selanjutnya.
Up-Grading dimaksudkan untuk menelaah sekaligus mencluster permasalahan yang ada ditingkatan keorganisasian sebelum menyusun program kerja sesuai kebutuhan organisasi tersebut. Hadir sebagai pemateri dalam salah satu sesi diskusi kanda Akbar Bahar, beliau menjelaskan dengan mengggunakan analisis SWOT seputar yang ada dalam lingkup KEMAFAR-UH.
Di tanggal 1-2 Agustus kami memutar otak guna memikirkan program Kerja baru, sesuai dengan pesan Bu Dekan,agar lebih kreatif dalam menyusun suatu Proker, BEM harus bikin suatu gebrakan dan inovasi, juga harapan agar kami harus mampu memparalelkan antara organisasi dan akademik, sehingga mampu menjadi suri tauladan adik-adik kami. Lokasi viewnya sangat menarik, meskipun agak sedikit bising mengingat mengambil tempat di pantai, Tanjung Merdeka, tetapi tidak mengganggu kekhusyukan kami dalam menyusun Proker ini disore kala itu. Dilanjutkan malamnya, dengan memplenokan rancangan proker tiap divisi yang ada, dan kamipun mengkaji serasional mungkin tiap rancangan proker yang ditampilkan. Semangat tetap mengepul, mengingat sistem yang kami pake SERSAN (serius tapi santai) jadi diselingi dengan canda tawa dari beberapa rekan kami dan tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 subuh, dan dengan lelapnya kami beristirahat, lalu bangun pagi-pagi dan bermain bola pantai hadir bersama kami juga para kanda senior2, dan dilanjutkan dengan bakar-bakar ikan bersama panitia. Terima kasihku kepada rekan-rekan panitia yang telah mensedekahkan waktu & tenaganya demi suksesnya kegiatan raker tersebut.
Sesuai dengan visi-misi poros pembaharu, kami hendak “MEWUJUDKAN ORGANISASI YANG BERKUALITAS INSAN CITA, CERDAS, MANDIRI, DINAMIS & RESPONSIF TERHADAP REALITAS YANG BERGERAK MENUJU KUALITAS PERADABAN”.
Sehingga untuk mencapai kesemua itu mesti ditunjang oleh Proker yang mengarah kesana. Lahirlah beberapa Proker Unggulan, seperti English Day every Friday, Diskusi Intelektual (Diskusi ilmiah & non-ilmiah) yang dititipkan kepada departemen Penelitian dan Pengembangan yang rencananya akan dipatenkan setiap Sabtu, Seminar Nasional juga dilaksanakan oleh divisi Litbang, try-out dan silaturrahim BEM se-UNHAS yang dirangkaikan dengan buka Puasa bersama oleh departemen Hubungan Antar-Lembaga dan puncaknya yakni kegiatan Baksos Akbar Kader oleh Departemen Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Pharmacy Rescue Centre, dimana kita harus memiliki “Bank Obat”, guna pelaksanaan kegiatan Baksos tersebut, karena bukan Farmasis namanya kalo obat sendiri kita tidak punya, parahnya lagi kalo tidak kenal dengan obat. Jadi disamping beramal kita pun belajar penggolongan dan fungsi obat itu, baru kita pantas menyandang gelar Farmasis seutuhnya, dan pengadaan Koperasi Farmasi oleh departemen Danus. Mudah2an Allah swt memberikan kemudahan dalam pengoperasionalisasiannya. Amin.
Tanpa menafikkan fungsi Pengkaderan yang menjadi sentrum pembaharuan kami, harapannya diakhir pengurusan nanti blue print pengkaderan tersebut, yang bisa menjadi warisan buat kepengurusan selanjutnya, dimana blue print ini pula kami akan jadikan sebagai pegangan dalam melakukan proses kaderisasi 1 periode ke depan. Disamping program Kerja nyata lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu mengingat keterbatasan pena ini. Saya meyakini ini akan dapat saya laksanakan dengan kerja keras dan kerja sama dari semua teman – teman dan wargaku yang kucintai dengan setulus jiwa, seperti alunan lagu Hymne Farmasi “demi Jaya Farmasi”.
Masih dalam suasana kemerdekaan, mestinya ini menjadi pelecut semangat kita untuk terus mengembangkan sayap dirana kemahasiswaan, entah sebagai orang yang diberi amanah ataukah sebagai manusia tanpa beban, yang bebas dalam menentukan pilihan dan leluasa dalam menggali pengetahuan, karena kita meyakini setiap orang adalah guru dan tidak pernah putus untuk melakukan gerak perubahan.

Tidak ada komentar: