tulisan ini muncul sebenarnya sebagai sebuah manivestasi akan rasa malu yang besar akan hilangnya Jiwa dan keinginan rekan sejawat mahasiswa kesehatan dalam mengadvokasi masalah kemahasiswaan dan pendidikan dalam ruang lingkup kerakyatan dan keindonesiaan dalam skala besar. Wah..., Sebagai seorang agen of change yang katanya menjadi sebuah peran seorang mahasiswa seakan kian dibatasi oleh tingginya tensi tuntutan akademik, Hal ini mungkin saja merupakan implikasi akan kesalahan sistem pendidikan di indonesia, So haruskah sistem pendidikan Indonesia berubah secara radikal?, Debat yang muncul kepermukaan selama ini hanya lebih pada perlu tidaknya menaikkan anggaran pendidikan, tapi diskusi itu tak bnyak manfaatnya karena kurangnya pengawalan yang kongkret akan hal itu, padahal sebelumnya harus diberekan masalah yang lebih pokok, yaitu kemanakah arah penididikan nasional kita, dan apakah praktik pendidikan yang dijalankan selama orde baru, yang juga dilakukan hingga sekarang, layak dipertahankan atau justru harus berubah secara radikal.?.
Proses itu memang harus berubah. bila hal ini tidak dilakukan, maka penyelewengan daam pendidikan yang selama ini ada justru akan terakumulasi dalam jumlah besar yang justru akan meruntuhkan sistem itu sebagai sebuah penyimpangan membosankan (korupsi). Sistem pendidikan kita selama ini membentuk kita sebagai sorang yang distandarisasi oleh sebuah konsep yang tidak berkembang sama sekali. Hampir tidak memilki efek emansipatoris. yang dibentuk disekolah-sekolah adalah ketaatan pada otoritas sekolah, kepada guru, aturan sekolah yang dalam tingkatan lebih besar yaitu ketaatan pada negara. Sistem ini tidak membuka wawasan dalam melihat dunia baru dan tidak memberi inspirasi. Sistem seperti itu bahkan tidak mapu membentuk karakter yang mampu berpikir sendiri secara berani, bertanggung jawab. dan tidak mampu melatih untuk membuat pertimbangan sendiri dengan segala konsekuensinya.
No. More!!
Anak-anak sekarang tidak diberi kesempatan berpikir bebas, tidak boleh mencari jawaban lain yang mungkin berbeda dari yang telah ditentukan . Mereka hanya diharuskan berpikir dalam kerangka jawaban yang sudah diformat seabagai sebuah keaatan akan sistem yang otoriter. Kreativitas tidak dirangsang, Ketundukan amat ditamakan.
Sekali lagi Ketika kita diam akan masalah seperti ini, Merupakan sebuah pengkhianatan besar. Hidup sekarang untuk masa depan, bukan masa lalu, karena yang berlalu tak akan kembali tapi cukup menjadi pengingat dan pembelajaran untu tidak membuat kesalahan.
"hadIr peNuh kontribusI"
"berperan SaRat ManFaaT"
"TERrLIbaT meNguKir KejAyaaN"
DEJAFAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar