Sabtu, 30 Agustus 2008

Keluarga Besar BEM Fakultas Farmasi
Universitas Hasanuddin
mengucapkan
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1429 H



Jumat, 29 Agustus 2008

Assalamu alaikum.

tulisan ini muncul sebenarnya sebagai sebuah manivestasi akan rasa malu yang besar akan hilangnya Jiwa dan keinginan rekan sejawat mahasiswa kesehatan dalam mengadvokasi masalah kemahasiswaan dan pendidikan dalam ruang lingkup kerakyatan dan keindonesiaan dalam skala besar. Wah..., Sebagai seorang agen of change yang katanya menjadi sebuah peran seorang mahasiswa seakan kian dibatasi oleh tingginya tensi tuntutan akademik, Hal ini mungkin saja merupakan implikasi akan kesalahan sistem pendidikan di indonesia, So haruskah sistem pendidikan Indonesia berubah secara radikal?, Debat yang muncul kepermukaan selama ini hanya lebih pada perlu tidaknya menaikkan anggaran pendidikan, tapi diskusi itu tak bnyak manfaatnya karena kurangnya pengawalan yang kongkret akan hal itu, padahal sebelumnya harus diberekan masalah yang lebih pokok, yaitu kemanakah arah penididikan nasional kita, dan apakah praktik pendidikan yang dijalankan selama orde baru, yang juga dilakukan hingga sekarang, layak dipertahankan atau justru harus berubah secara radikal.?.
Proses itu memang harus berubah. bila hal ini tidak dilakukan, maka penyelewengan daam pendidikan yang selama ini ada justru akan terakumulasi dalam jumlah besar yang justru akan meruntuhkan sistem itu sebagai sebuah penyimpangan membosankan (korupsi). Sistem pendidikan kita selama ini membentuk kita sebagai sorang yang distandarisasi
oleh sebuah konsep yang tidak berkembang sama sekali. Hampir tidak memilki efek emansipatoris. yang dibentuk disekolah-sekolah adalah ketaatan pada otoritas sekolah, kepada guru, aturan sekolah yang dalam tingkatan lebih besar yaitu ketaatan pada negara. Sistem ini tidak membuka wawasan dalam melihat dunia baru dan tidak memberi inspirasi. Sistem seperti itu bahkan tidak mapu membentuk karakter yang mampu berpikir sendiri secara berani, bertanggung jawab. dan tidak mampu melatih untuk membuat pertimbangan sendiri dengan segala konsekuensinya.
No. More!!
Anak-anak sekarang tidak diberi kesempatan berpikir bebas, tidak boleh mencari jawaban lain yang mungkin berbeda dari yang telah ditentukan . Mereka hanya diharuskan berpikir dalam kerangka jawaban yang sudah diformat seabagai sebuah keaatan akan sistem yang otoriter. Kreativitas tidak dirangsang, Ketundukan amat ditamakan.

Sekali lagi Ketika kita diam akan masalah seperti ini, Merupakan sebuah pengkhianatan besar. Hidup sekarang untuk masa depan, bukan masa lalu, karena yang berlalu tak akan kembali tapi cukup menjadi pengingat dan pembelajaran untu tidak membuat kesalahan.
"hadIr peNuh kontribusI"
"berperan SaRat ManFaaT"
"TERrLIbaT meNguKir KejAyaaN"
DEJAFAR

Renstra

Tiga Bulan Pertama
Penguatan Internal Lembaga
Up grading Pengurus, Penggodokan Format Pengkaderan/Petihan melalui Lokakarya, Melaksanakan training – training, Konsolidasi dengan berbagi angkatan/organ yang ada di Farmasi

Tiga Bulan Kedua
Kegiatan Bersentuhan dengan masyarakat
Melakukan Kersos, melakukan kajian rutin tentang berbagai kebutuhan dan permasalahan terutama di bidang kesehatan

Tiga bulan ke tiga
Penguatan lembaga di wilayah birokrasi
Melakukan fungsi pengontrolan terhadap birokrasi.

Tiga bulan terakhir
Persiapan Laporan Pertanggung jawaban

Renungan Merah Putih

Tanggal 17 Agustus kembali berlalu, bangssa Indonesia telah berusia 63 tahun. Angka yang agak familiar bagi umat Islam karena pada usia 63 tahun manusia paling berpengaruh di muka bumi versi Michael H. Hart yaitu Muhammad SAW meninggal dunia.
Mari kita coba renungkan di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 63 ini, apa yang telah kita berikan bagi bangsa ini?. Coba bayangkan jika saat ini para pahlawan yang telah meninggal memperjuangkan kemerdekaan Indonesia datang di depan anda dengan tubuh yang berlumuran darah, menatap wajah anda dan menanyakan, “Apa yang telah kau berikan bagi negri ini?, setelah kami berjuang hingga titik darah penghabisan untuk memperoleh kemerdekaan dari para penjajah, sekarang apa yang telah kau lakukan untuk melanjutkan perjuangan kami?”



Apa yang telah kau persembahkan untuk ibu pertiwi? Bayangkan para pejuang datang di depanmu dengan muka sedih, air mata bercucuran membasahi pipinya dan tertunduk lemah. Bayangkan mereka berkata kepadamu:”mengapa kau merusak negerimu sendiri, setelah kami berjuang merebut kemerdekaan ini. Kami telah merelakan harta kami, keluarga kami, bahkan nyawa kami, tetapi mengapa kau wahai generasi muda justru merusaknya?. Kami rela berkorban dan menderita yang penting anak cucu kami kelak hidup bahagia menghirup udara kemerdekaan, tetapi mengapa justru kau rela membuat anak cucu dan saudara mu menderita, sementara kau hidup bermewh-mewahan. Engkau suka korupsi, Engkau menebang hutan, Engkau menjual aset negara, Engkau pemalas, Engkau suka bohong, Engkau suka mencuri, Engkau suka terlambat, Engkau egois, Engkau suka pakai narkoba , Engkau suka mabuk-mabukan, Engkau suka tawuran Engkau sling membunuh, Engkau suka berkta kasar, Engkau berbuat asusila (homoseksual), engkau suka nyontek, engkau suka nonton film porno. Dimana bangsa Indonesia yang dulu terkenal dengan masyarakatnya yang ramah, suka menolong, gotong royong, pekerja keras, religius, santun dan saling menghormati”.

Demi Jaya Farmasi

Mengingat peningkatan status kelembagaan kita sebagai lembaga yang berdaulat dan sudah diakui dalam kancah ke-UNHASan, membuat formatur terpilih harus membenahi dinamika organisasi dan jenjang kelembagaaan di kalangan mahasiswanya. Dengan kembali memanggil teman-teman yang eksis dibem pada periode lalu, dikarenakan mereka sudah menuntaskan agenda kaderisasi hingga pada tahapan informal, diharapkan pengalaman mereka sebagai peserta, panitia, dan keterlibatan mereka pada periode lalu, bisa menjadi bekal apa yang harus dilakukan dan hal-hal apa yang harus dievaluasikan berkaca pada periode sebelumnya. Dan adik2ku yang lain bisa fokus untuk menuntaskan proses kaderisasinya, sehingga nantinya tidak terdikotomikan dirinya, dan bisa fokus untuk tingkatan informal kelembagaan (baca:kepanitiaan) mengingat ini adalah amanah bukan ajang pamer jabatan. Kamipun menyadari proses pengkaderan kami tidak bisa dikatakan tuntas, masih banyak yang belum kami dapatkan, sehingga kami masih berada disini, dan membimbing teman-teman demi regenerasi kader selanjutnya.
Up-Grading dimaksudkan untuk menelaah sekaligus mencluster permasalahan yang ada ditingkatan keorganisasian sebelum menyusun program kerja sesuai kebutuhan organisasi tersebut. Hadir sebagai pemateri dalam salah satu sesi diskusi kanda Akbar Bahar, beliau menjelaskan dengan mengggunakan analisis SWOT seputar yang ada dalam lingkup KEMAFAR-UH.
Di tanggal 1-2 Agustus kami memutar otak guna memikirkan program Kerja baru, sesuai dengan pesan Bu Dekan,agar lebih kreatif dalam menyusun suatu Proker, BEM harus bikin suatu gebrakan dan inovasi, juga harapan agar kami harus mampu memparalelkan antara organisasi dan akademik, sehingga mampu menjadi suri tauladan adik-adik kami. Lokasi viewnya sangat menarik, meskipun agak sedikit bising mengingat mengambil tempat di pantai, Tanjung Merdeka, tetapi tidak mengganggu kekhusyukan kami dalam menyusun Proker ini disore kala itu. Dilanjutkan malamnya, dengan memplenokan rancangan proker tiap divisi yang ada, dan kamipun mengkaji serasional mungkin tiap rancangan proker yang ditampilkan. Semangat tetap mengepul, mengingat sistem yang kami pake SERSAN (serius tapi santai) jadi diselingi dengan canda tawa dari beberapa rekan kami dan tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 subuh, dan dengan lelapnya kami beristirahat, lalu bangun pagi-pagi dan bermain bola pantai hadir bersama kami juga para kanda senior2, dan dilanjutkan dengan bakar-bakar ikan bersama panitia. Terima kasihku kepada rekan-rekan panitia yang telah mensedekahkan waktu & tenaganya demi suksesnya kegiatan raker tersebut.
Sesuai dengan visi-misi poros pembaharu, kami hendak “MEWUJUDKAN ORGANISASI YANG BERKUALITAS INSAN CITA, CERDAS, MANDIRI, DINAMIS & RESPONSIF TERHADAP REALITAS YANG BERGERAK MENUJU KUALITAS PERADABAN”.
Sehingga untuk mencapai kesemua itu mesti ditunjang oleh Proker yang mengarah kesana. Lahirlah beberapa Proker Unggulan, seperti English Day every Friday, Diskusi Intelektual (Diskusi ilmiah & non-ilmiah) yang dititipkan kepada departemen Penelitian dan Pengembangan yang rencananya akan dipatenkan setiap Sabtu, Seminar Nasional juga dilaksanakan oleh divisi Litbang, try-out dan silaturrahim BEM se-UNHAS yang dirangkaikan dengan buka Puasa bersama oleh departemen Hubungan Antar-Lembaga dan puncaknya yakni kegiatan Baksos Akbar Kader oleh Departemen Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Pharmacy Rescue Centre, dimana kita harus memiliki “Bank Obat”, guna pelaksanaan kegiatan Baksos tersebut, karena bukan Farmasis namanya kalo obat sendiri kita tidak punya, parahnya lagi kalo tidak kenal dengan obat. Jadi disamping beramal kita pun belajar penggolongan dan fungsi obat itu, baru kita pantas menyandang gelar Farmasis seutuhnya, dan pengadaan Koperasi Farmasi oleh departemen Danus. Mudah2an Allah swt memberikan kemudahan dalam pengoperasionalisasiannya. Amin.
Tanpa menafikkan fungsi Pengkaderan yang menjadi sentrum pembaharuan kami, harapannya diakhir pengurusan nanti blue print pengkaderan tersebut, yang bisa menjadi warisan buat kepengurusan selanjutnya, dimana blue print ini pula kami akan jadikan sebagai pegangan dalam melakukan proses kaderisasi 1 periode ke depan. Disamping program Kerja nyata lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu mengingat keterbatasan pena ini. Saya meyakini ini akan dapat saya laksanakan dengan kerja keras dan kerja sama dari semua teman – teman dan wargaku yang kucintai dengan setulus jiwa, seperti alunan lagu Hymne Farmasi “demi Jaya Farmasi”.
Masih dalam suasana kemerdekaan, mestinya ini menjadi pelecut semangat kita untuk terus mengembangkan sayap dirana kemahasiswaan, entah sebagai orang yang diberi amanah ataukah sebagai manusia tanpa beban, yang bebas dalam menentukan pilihan dan leluasa dalam menggali pengetahuan, karena kita meyakini setiap orang adalah guru dan tidak pernah putus untuk melakukan gerak perubahan.

sambutan Presiden BEM FF UH

SAMBUTAN BWT BLOG KEMAFAR-UH

Ass. Puji syukur tak terhingga kutujukan kehadiran ilahi robbi Allah swt, krn berkat rahmat hidayahnyalah sehingga kita masih bisa menghirup nafas dibumi yang fana ini, salam&salawat tak lupa kukirimkan kepada junjungan kita Rosulullah saw, pemberi cahaya putih kebenaran sekaligus menutup pintu kegelapan, sehingga blog ini bs launching, sebagai wadah informasi bagi rekan-rekanku di lingkup KEMAFAR-UH, terkhusus bagi rekan – rekan pengurus periode '08-'09.
Blog ini diharapkan dapat menjadi t4 tuk' menuangkan gagasan seputar KEMAFAR secara khusus juga info2 up-to-date yg bisa menjadi konsumsi di kalangan mahasiswanya yang haus akan wacana global& tanpa melupakan tujuan awalnya yakni sebagai media silaturrahim bagi mahasiswanya.
Syukron jiddan kepada teman2 yang berkat kerja kerasnyalah sehingga blog ini bisa hadir ke tengah2 kita semua, smoga Allah membalas budi teman2.
Akhirulkalam, mudah2an bermanfaat bagi kita smua.Amien.


PRESIDEN BEM Fak.Farmasi
Universitas HasanuddinPeriode 2008/2009


Surya Sumantri